Menolak Diam untuk Kemajuan Pertelevisian

Selamat siang Indonesia...

Saat ini Indonesia dan negara-negara lainnya sedang mengalami pelemahan mata uang mereka dibandingkan Dollar Amerika. Sepanjang tahun ini, Rupiah sudah melemah hampir Rp2.000 per Dollar Amerika, dengan puncak tertingginya ketika 1 USD dihargai hampir Rp15.000,-.

Lalu apa kaitannya dengan pertelevisian kita? Kini memang banyak siaran televisi yang mengedepankan keramahtamahan Indonesia, kebanggaan berbahasa dan berbudaya Indonesia, menguak pengetahuan yang selama ini belum digali di Indonesia, dan juga kuliner asli khas Indonesia. Tetapi, ini juga diikuti dengan bertambahnya program-program dengan ide dasar dari program serupa di luar negeri. Berarti, untuk program-program itu kita harus membayar lisensi dalam bentuk mata uang asing bukan? (Mohon dikoreksi kalau saya salah.)

Kenapa Indonesia tidak memproduksi program-program televisinya sepenuhnya oleh dan di negeri sendiri? Dengan begitu, kita mudah melakukan penyaringan terhadap nilai-nilai yang tidak dikehendaki untuk ikut tayang di televisi kita. Kita tidak perlu membayar biaya lisensi ke luar negeri dan Indonesia sukses menjadi negara yang maju serta kreatif di bidang pertelevisian. Oke, gimana caranya? Butuh kerja keras dan ide-ide cemerlang dari generasi muda kita.

Bagaimana? Setuju dengan saya? Saya tunggu jawabannya di kolom komentar yang tersedia di bawah tulisan ini. Terima kasih lho sebelumnya sudah mampir.

Administrator

Christian Evan Chandra

View more posts from this author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *