Ini Tanggal Tuaku, Bagaimana dengan Tanggal Tuamu?

Ketika tanggal tua datang, berarti saatnya bersiap untuk membalik halaman kalender dan memulai kehidupan di bulan yang baru. Tanggal tua biasanya dianggap momok besar untuk kebanyakan orang khususnya terkait isi dompet yang semakin tipis, untungnya saya tidak merasakan hal yang sama.

Pola makan dan pemilihan jenis makanan tergolong wajar sehari-hari sehingga pengeluaran untuk pos ini juga tidak terlalu dalam. Pada akhir bulan pun tidak ada keperluan untuk menghemat pengeluaran di pos ini, terlebih jika sampai harus meniru kebiasaan umum untuk makan nasi dengan mie instan. Saya tetap makan seperti biasa, juga dengan porsi yang biasa, sama sekali tidak ada yang berbeda. Ini serius, ini jujur, bukan bahan bercandaan.

Tanggal tua juga identik dengan kantong bolong, kadang-kadang memaksa seseorang untuk berhutang hingga awal bulan. Untungnya, hal ini lagi-lagi tidak mengisi lembaran tanggal tua saya. Terbiasa dengan pengelolaan keuangan yang teliti dan terperinci serta menjauhkan diri dari jajan-jajan yang tidak perlu, sesekali tanggal tua menjadi kesempatan bagi saya untuk menikmati sajian di rumah makan tanpa harus menunggu lama dan menghadapi keramaian pengunjung.

Tanggal tua umumnya membuat pasar dan supermarket menjadi sepi pembeli, lebih sepi dibandingkan dengan tanggal muda. Kesempatan bagus seperti ini saya manfaatkan untuk berbelanja kebutuhan bulan berikutnya, tidak perlu menghadapi keramaian, lebih leluasa dalam memilih, dan tidak perlu mengantri lama di kasir. Jika sedang diadakan promosi untuk barang yang ingin dibeli, biasanya saya akan membeli lebih banyak untuk barang tersebut.

Tanggal tua menjadi hari-hari terakhir para pengguna mobile broadband untuk menikmati paketnya, begitu pula dengan saya sendiri. Pulsa pun diisi untuk membayar biaya perpanjangan paket broadband. Kesibukan harian yang tidak memungkinkan saya banyak bersentuhan dengan ponsel membuat kuota tersisa di akhir bulan masih cukup banyak untuk dinikmati sehingga tidak perlu melakukan upaya penghematan kuota yang berlebihan. Aktivitas favoritnya untuk menghabiskan kuota apa ya? Mengunduh lagu dong, lumayan untuk hiburan harian agar tidak mengantuk.

Jika sebelumnya kisah tanggal tua saya terkesan terus berbeda dengan kebanyakan orang, poin terakhir ini boleh jadi sama. Iklan diskon produk di koran lebih sering saya lihat ketika tanggal tua datang, bukan karena kantong sudah tipis. Ketika ada produk yang diinginkan atau dibutuhkan sedang mengalami penurunan harga, berarti sisa uang yang dapat disimpan semakin banyak.

Produk yang tidak ditemukan di toko konvensional akan saya coba cari melalui toko daring, jika reputasi penjual, harga produk, dan spesifikasinya cocok saya akan mempertimbangkan untuk membelinya. Salah satu toko daring dengan pilihan produk berlimpah yang menjadi acuan saya dan memberikan promosi di tanggal tua adalah MatahariMall.

Ini kisah tanggal tua saya, bagaimana dengan kalian semua? Mari kita mengelola keuangan sebaik-baiknya agar tidak merasa menderita di tanggal tua. Sampai ketemu lagi di tulisan saya berikutnya!

Video diunduh dari kanal YouTube milik MatahariMall. Foto diunduh dari www.megaindah.web.id, www.jakcity.com, dan www.borneonews.co.id.

KETERANGAN

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

Christian Evan Chandra

View more posts from this author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *