All I Love About Travelling

Berwisata adalah salah satu hobi saya, berwisata adalah kegiatan yang sangat saya nikmati dan sudah menjadi bagian dari hidup saya. Tanpa berwisata, saya merasa hidup seakan tak punya warna. Banyak hal yang saya sukai di dalamnya membuat saya tidak ingin berhenti menjelajah ke berbagai destinasi. So, what do I love about travelling?

Language learning
Berlibur ke suatu tempat akan membuat kita belajar mengenai bahasa yang digunakan di tempat tersebut, bahkan jika tempat tersebut masih di negara kita dan tidak jauh dengan kota tempat kita tinggal. Kita akan mendapatkan kosakata baru dan aksen pengucapannya. Tak jarang setelah kita pulang, kita masih menggunakan kosakata dan aksen baru itu ketika berbicara. Misalnya, orang Jakarta berlibur ke Bandung, dia akan mendengarkan masyarakat setempat berbicara dalam bahasa Sunda. Seiring komunikasi dengan mereka, dia akan memahami apa arti dari kalimat yang diucapkan dan bagaimana cara mengucapkannya. Tidak harus pindah dan lama menetap di Bandung untuk mengerti apa arti kata “hatur nuhun” atau “wilujeng sumping”, bukan?

Bagaimana dengan bahasa asing? Kita umumnya mempelajari hal ini di berbagai lembaga pendidikan dan pengajarnya sebagian besar masih merupakan orang Indonesia sendiri. Kita bisa menulis, membaca, berbicara, dan mendengar dengan lancar di kelas. Akan tetapi, bagaimana ketika kita harus berlibur ke luar negeri tanpa ditemani penerjemah dan pemandu wisata? Apakah kita berani untuk menggunakan kemampuan kita itu dan apakah masyarakat setempat mengerti aksen yang kita gunakan? Belum tentu. Itulah seni dari travelling.

Menjalin relasi baru
Di tempat kita tinggal, kita merasa hanya memiliki teman yang itu-itu saja. Dia lagi, dia lagi, begitulah yang kita hadapi sehari-hari. Padahal, ketika kita mengikuti program liburan bersama rombongan tur, bisa jadi kita akan bertemu dengan orang yang sebenarnya tinggal tidak jauh dari kita tetapi kita belum pernah mengenalnya. Di sinilah travelling berperan dalam menjalin relasi baru dan relasi tersebut dimulai dengan hal yang menyenangkan, indah bukan? Terlebih lagi ketika kita berada di tempat orang lain yang belum kita kenal, relasi tersebut akan semakin kuat terasa. Relasi juga mungkin terjadi dengan orang yang kita temui di tempat kita berlibur, baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa sadar, beberapa dari relasi ini bisa memberikan peran mereka di saat yang tidak kita duga sebelumnya.

Kuliner
Tidak afdol berlibur ke suatu tempat tanpa mengenal makanan khas tempat tersebut, inilah salah satu tujuan dari travelling yaitu wisata kuliner. Kita akan mendapatkan banyak inspirasi baru mengenai masakan yang belum pernah kita cicipi, bahkan kita kenal sebelumnya. Terkadang masakan tersebut dibuat dari bahan yang umum kita gunakan, tetapi kita belum pernah terpikir mengenai olahan dengan hasil seperti masakan itu. Tidak hanya cita rasa kuliner, menarik pula untuk diperhatikan variasi cara menyantap hidangan yang ada.

Serabi, wedang ronde, kembang tahu, dan colenak yang saya nikmati dalam kegiatan travelling ke Bandung.

Serabi, wedang ronde, kembang tahu, dan colenak yang saya nikmati dalam kegiatan travelling ke Bandung.

Habits observation
Ketika travelling, kita akan memperhatikan pula bagaimana cara masyarakat setempat berperilaku dalam hal-hal yang biasa mereka lakukan, baik itu berupa perilaku positif maupun perilaku negatif. Perilaku positif harus kita terapkan dalam hidup kita, misalnya menjaga kebersihan dan bertutur kata dengan lembut. Bagaimana dengan perilaku negatif? Cegahlah agar kita tidak melakukannya.

Shopping
Travelling tidak pernah lepas dari belanja, entah apa yang dibelanjakan. Makanan khas dari tempat tersebut yang bisa dibawa pulang tentu akan dibeli untuk dimakan di rumah, baju yang terlihat bagus dan nyaman dipakai juga dibawa pulang, tas yang terlihat kuat, ringan, dan besar akan dibeli untuk dibawa pulang. Semua belanjaan dibawa pulang. Di sinilah seni travelling yang saya suka dari kegiatan berbelanja. Semua baju yang masih belum digunakan dan sudah kotor tentunya harus dibawa pulang bersamaan dengan belanjaan. Permasalahannya, jumlah tas dan koper yang dibawa terbatas. Maskapai penerbangan pun membatasi berat bagasi dan bawaan kabin yang boleh dibawa. Alhasil saya harus bekerja sama dengan anggota keluarga dan sesama wisatawan yang saya kenal sehingga kami semua bisa membawa pulang belanjaan tanpa harus membayar biaya ekstra akibat kelebihan beban.

Cinderamata yang saya beli dari kegiatan travelling, mulai dari minatur candi, kerupuk, dodol, cokelat, makanan ringan, hingga produk Batik.

Cinderamata yang saya beli dari kegiatan travelling, mulai dari minatur candi, kerupuk, dodol, cokelat, makanan ringan, hingga produk Batik.

Adventure
Setiap kesempatan untuk menjelajah tempat baru sendirian selalu diusahakan untuk dimanfaatkan dengan maksimal. Ketika berjalan sendirian, rasa petualangan begitu saya nikmati untuk menemukan hal-hal yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Mengingat saya belum pernah mengetahui hal tersebut, saya akan benar-benar berkonsentrasi untuk melihat dan mendengar sepanjang perjalanan.

Fotografi

Pemandangan di destinasi travelling yang saya abadikan.

Pemandangan di destinasi travelling yang saya abadikan.

Ini adalah hal yang paling saya sukai dalam melakukan kegiatan travelling. Untuk menjadi kenangan kelak, saya tidak pernah lupa mengabadikan pemandangan, objek-objek menarik, dan makanan khas yang saya cicipi di tempat yang saya kunjungi menggunakan kamera ponsel. Selama berlibur, saya selalu mengisi baterai ponsel hingga penuh setiap berada di penginapan. Foto-foto ini juga bisa dibagikan melalui jejaring sosial atau dikumpulkan untuk menjadi penunjang buku wisata yang saya tulis, seperti dalam seri “Ayo Jelajah Indonesia”.

Akun Instagram dan buku travelling, tempat saya menuangkan pengalaman saya.

Akun Instagram dan buku travelling, tempat saya menuangkan pengalaman saya.

Itu semua adalah hal-hal yang saya sukai dari kegiatan travelling. Itu cerita saya, bagaimana dengan Anda? Anda juga memiliki hak dan keinginan untuk travelling seru bukan?

Seorang traveller yang baik selalu memerhatikan semua detil kegiatannya dengan baik sejak persiapan, mulai dari menentukan destinasi yang akan dikunjungi, akomodasi dan transportasi yang dipilih, hingga dokumen yang harus dipersiapkan. Setelah pulang dari kegiatan travelling, traveller akan membuat cadangan dari seluruh foto yang diabadikan dan membagikannya pula untuk dilihat oleh orang lain. Menentukan destinasi bisa dilakukan dengan mengunjungi situs pariwisata, begitu pula dengan akomodasi dan transportasi. Memesan kamar penginapan dan tiket pesawat atau kereta api bisa dilakukan melalui internet, begitu juga dengan paspor yang sekarang bisa diajukan secara daring. Membuat cadangan foto tidak harus dengan mencetaknya, cukup unggah ke akun cloud storage atau bagikan di situs jejaring sosial. Untuk itu, jangan setengah-setengah dalam menciptakan kegiatan travelling yang tak terlupakan. Libatkan internet ultra cepat dalam setiap tahapannya dan Anda akan mendapatkan pengalaman tiada dua.

Internet ultra cepat? Internet seperti apa itu? Internet dengan koneksi cepat dan stabil tentunya, yaitu internet dari jaringan MyRepublic besutan Sinarmas. Sinarmas adalah grup perusahaan dengan reputasi dan komitmen besar terhadap setiap produk dan layanan yang dipasarkan, termasuk di bisnis komunikasi dengan segudang pengalaman dan investasi yang ditanamkan. Tunggu apa lagi? Mari rencanakan kegiatan travelling-mu dan persiapkan dengan jaringan internet ultra cepat!

Satu lagi, ingin membiasakan diri mendengar ucapan berbahasa Inggris dan mendambakan liburan ke Jerman? DW TV bisa menjadi jawaban, stasiun televisi ini mengudara juga di Asia dan beberapa programnya memberikan gambaran mengenai petunjuk travelling di Jerman, termasuk salah satunya adalah Check-In.

Christian Evan Chandra

View more posts from this author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *