[BLOG GIIAS] Melesat Bersama Kecanggihan Teknologi, Dream for My Future Car

Mobil pribadi masih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk di antaranya untuk mudik.

Mobil pribadi masih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk di antaranya untuk mudik.

Di bulan-bulan seperti ini, ketika banyak masyarakat Indonesia melakukan kegiatan mudik, pembicaraan mengenai mobil pilihan meningkat khususnya terkait pembelian mobil baru. Mobil mana yang cocok untuk menemani mudik dan kelak memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah kesesuaiannya dengan kocek yang dimiliki? Memiliki mobil bukan hal yang mudah mulai dari membeli, menggunakan, hingga merawatnya. Harganya tidak murah dan terus susut seiring perjalanan waktu, perkembangan teknologi, serta perpindahan pemilik.

Kehadiran mobil-mobil baru dengan teknologi canggih untuk memenuhi kebutuhan kita, diunduh dari ViaRohidinThea.com.

Kehadiran mobil-mobil baru dengan teknologi canggih untuk memenuhi kebutuhan kita, diunduh dari ViaRohidinThea.com.

Era yang semakin modern menuntut mobil yang lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih ramah terhadap lingkungan. Akselerasi dan deselerasi cepat, tenaga mesin mantap dan stabil untuk menanjak, konsumsi bahan bakar dikurangi, kontribusi terhadap polusi udara juga dikurangi. Semua bisa dipenuhi karena kemajuan teknologi di dunia otomotif yang begitu luar biasa. Jujur saja, di masa depan saya berharap bisa memiliki mobil seperti ini dan berikut teknologi yang saya inginkan ada di mobil impian saya.

Mobil yang nyaman memberikan pengalaman menyenangkan bagi keluarga, diunduh dari Autotekno Sindonews.

Mobil yang nyaman memberikan pengalaman menyenangkan bagi keluarga, diunduh dari Autotekno Sindonews.

  • Turbo, teknologi ini bukan lagi teknologi baru dan semakin hari penggunaannya semakin meluas ke segmen mobil dengan harga yang lebih terjangkau. Keberadaannya tak lagi sekadar untuk diterapkan di mobil balap (misalnya : F1, LMP1, dan IndyCar) atau mobil sport lainnya dengan harga milyaran Rupiah yang membutuhkan tenaga besar dan kecepatan tinggi, tetapi juga menurunkan kapasitas mesin dan penggunaan bahan bakar pada tipe mobil yang selama ini banyak digunakan karena tenaga dan kapasitas mesin besar. Konsumsi bahan bakar dan produksi polusi udara yang menurun tentu menghadapi konsekuensi berupa tidak murahnya teknologi ini, tetapi pembeli mobil tidak terlalu merasakannya karena pemerintah memberikan potongan pajak kepada mobil-mobil dengan kapasitas mesin lebih kecil. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh salah satu produsen mobil terkemuka asal Jepang yaitu Honda pada produknya CR-V, di mana varian 2.4L naturally-aspirated kini digantikan oleh varian 1.5L turbo. Tenaga hampir sama, fasilitas lebih nyaman, selisih harga tidak signifikan.
  • Hybrid, teknologi ini juga bukan barang baru dunia otomotif termasuk di Indonesia. Mobil yang dikenal memiliki teknologi ini misalnya Toyota Camry Hybrid dan Toyota Prius. Jika mobil konvensional akan kehilangan seluruh energi kinetiknya dan berubah menjadi panas saat mengerem, mobil hybrid akan menyimpan sebagiannya ke dalam baterai untuk digunakan lagi dalam membantu akselerasi mobil, kalau di ajang balap F1 kita mengenalnya dengan istilah KERS (kinetic energy recovery system). Untuk menyediakan tenaga yang lebih besar dan akselerasi yang lebih cepat, sistem hybrid ini memungkinkan mobil diperlengkapi dengan kapasitas mesin yang tidak terlalu besar, terlebih jika dikombinasikan dengan turbo. Harga mobil hybrid dengan penyimpan energi berupa baterai memang masih mahal, tetapi perkembangan teknologi melahirkan teknologi hybrid yang hanya membutuhkan aki lebih besar. Mobil tersebut adalah Suzuki Ertiga Diesel Hybrid, kapasitas mesinnya boleh kecil untuk ukuran diesel, 1300cc. Soal tenaga, mobil ini tetap bisa diandalkan jika dibandingkan dengan varian bensin berkapasitas 1400cc karena teknologi hybrid yang dikombinasikan dengan aki berkapasitas 70 Ah. Selisih harganya, tidak signifikan.
  • Otonomos, teknologi yang banyak dikembangkan oleh berbagai pihak, termasuk di antaranya Google dan Uber. Memanfaatkan aplikasi peta dan berbagai sensor yang ada pada unit kendaraan, mobil ini dapat mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan tanpa membutuhkan manusia sebagai pengendaranya. Sampai saat ini, memang masih ditemukan banyak kelemahan yang bisa membahayakan penumpang maupun orang lain di sekitar mobil, tetapi ke depannya tentu teknologi ini akan semakin dekat menuju kesempurnaan.
  • Air maintenance technology, HomeTekno menyebutkan bahwa perusahaan ban Goodyear sedang mengembangkan ban yang bisa mengisi angin secara otomatis. Penulis menyebutkan bahwa ban ini memiliki rongga kecil yang terhubung ke semacam ban dalam yang ditempelkan di dinding dalam ban utama. Jika ban sedang berputar, secara otomatis angin akan masuk melalui pintu pengontrol serta memenuhi ban dalam yang kecil tersebut dan menyebarkannya agar seimbang dengan demikian konstruksi ban menjadi kokoh. Kapasitas angin yang masuk ke dalam ban akan penuh secara otomatis sesuai kebutuhan, tidak lebih dan tidak kurang. Jadi, kita tidak perlu bolak-balik SPBU atau bengkel mobil hanya untuk memeriksa tekanan ban.
  • Self parking, ketika ingin mengemudikan mobil sendiri, teknologi otonomos dinonaktifkan. Sensasi menempatkan tangan di balik kemudi dengan hanya duduk manis tentu sangat berbeda kesenangannya, tetapi semua seketika berubah ketika mendapatkan tempat parkir yang sempit dan sulit. Teknologi ini memanfaatkan sensor yang ada pada mobil sehingga bisa memarkirkan dirinya sendiri dengan baik. Mobil dengan teknologi ini yang sudah pernah dipasarkan di Indonesia antara lain BMW seri 7 dan Toyota Prius.
  • Gril shutter, alias gril yang bisa dibuka dan ditutup secara otomatis. Asupan udara akan diberikan secukupnya ke ruang bakar sesuai kebutuhan sehingga efisiensi konsumsi bahan bakar bisa ditingkatkan.
  • Drag reduction system (DRS), sebuah teknologi yang diperkenalkan di ajang balap F1 tepatnya pada musim 2011 untuk meningkatkan aksi salip-menyalip antar pembalap alias overtaking. Menurut situs Blogspot milik Bima Aji, ketika DRS diaktifkan, sayap belakang dari mobil F1 diangkat ke atas sejauh 50 mm dengan tujuan untuk mengurangi downforce dan meningkatkan kecepatan. Untuk alasan keselamatan dan keseruan balapan, DRS ini hanya aktif ketika melewati trek lurus dan ada aturan waktu penggunaannya. Teknologi ini juga sudah diterapkan di ajang balap di bawahnya (F2) dan mobil sport produksi McLaren, P1.
  • Mobil terbang, sesuai namanya berarti mobil ini bisa terbang di atas udara seperti pesawat pada umumnya. Untuk bisa menjelajah, mobil ini membutuhkan landasan pacu dengan panjang tertentu dan lepas landas tanpa gangguan dari kendaraan lainnya.
  • Virtual cockpit, dihadirkan di mobil Audi terbaru. Di depan mata pengemudi tidak hanya tersaji kecepatan, jarak tempuh, dan keterangan mengenai bahan bakar, melainkan juga bisa langsung tampil informasi terkait hiburan dan navigasi.
Interior Honda CR-V 1.5L Turbo Prestige terbaru.

Interior Honda CR-V 1.5L Turbo Prestige terbaru.

Iklan Ertiga Hybrid yang menunjukkan keunggulan teknologinya dibandingkan mobil sekelas.

Iklan Ertiga Hybrid yang menunjukkan keunggulan teknologinya dibandingkan mobil sekelas.

Kemampuan mobil BMW Seri 7 yang bisa parkir sendiri seperti diabadikan oleh akun YouTube BMWBLOG.

Kemampuan mobil BMW Seri 7 yang bisa parkir sendiri seperti diabadikan oleh akun YouTube BMWBLOG.

Teknologi DRS yang diperkenalkan oleh McLaren Media Release di produknya, McLaren P1.

Teknologi DRS yang diperkenalkan oleh McLaren Media Release di produknya, McLaren P1.

Tampilan virtual cockpit Audi A4 seri 2017 di situs resmi Audi.

Tampilan virtual cockpit Audi A4 seri 2017 di situs resmi Audi.

Bisa dibayangkan seperti apa mobil yang saya impikan? Tentunya mobil yang memberikan kecepatan dan tenaga tinggi dengan tetap memerhatikan keselamatan, kenyamanan, dan keramahan terhadap lingkungan. Di masa depan, teknologi ini mungkin bukan lagi teknologi yang mahal dan langka, melainkan sudah umum dan lebih terjangkau banyak kalangan.

Diunduh dari situs Oregon Enviromental Council.

Diunduh dari situs Oregon Enviromental Council.

Sambil menunggu mobil impian saya hadir dalam skema produksi massal, menarik untuk menyaksikan mobil-mobil terbaru yang sudah ada dengan kecanggihan teknologi dan keunikan tampilan bodi yang memanjakan mata, mulai dari mobil LCGC, city car, MPV, SUV, sedan, hingga mobil sport. Semuanya bisa dinikmati langsung di hadapan mata bahkan dinaiki dan dijajal test drive di pameran mobil terbesar di Indonesia, negara kita dengan salah satu pasar berprospek otomotif terbesar di dunia.

images (42)
Tahun ini, pameran mobil ini, Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017, kembali lagi dengan tema rise of the future mobility di ICE-BSD City. Ratusan peserta akan memenuhi area seluas 96.577 meter persegi selama 10 – 22 Agustus mendatang untuk meluncurkan produk baru, memajang produk yang sudah ada, dan memamerkan mobil konsep yang akan diwujudkan di masa mendatang. Penasaran dengan VW All New Tiguan terbaru atau transmisi S-tronic? Kunjungi langsung acaranya. Menggemari kendaraan roda dua? Ada juga test ride-nya di ajang ini! Bagaimana cara ke sini? Lokasi ICE-BSD City dekat sekali dengan AEON Mall dan ada shuttle bus dari The Breeze, QBIG, AEON Mall, Stasiun Rawa Buntu, dan Bintaro XChange.

Diunduh dari situs resmi GIIAS.

Diunduh dari situs resmi GIIAS.

Mari kita menemukan mobil impian kita di GIIAS 2017, pameran mobil berkelas dunia yang didukung oleh Pertamina dan Bank Mandiri!

20170620_152053

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba “Teknologi Mobil Impian” yang diselenggarakan oleh GIIAS 2017 dan VivaLog.  Artikel ini sudah tayang di VivaLog dengan link berikut dan diunggah di Twitter pribadi penulis.Screenshot_20170716-114953

Christian Evan Chandra

View more posts from this author
2 thoughts on “[BLOG GIIAS] Melesat Bersama Kecanggihan Teknologi, Dream for My Future Car

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *