Author: Christian Evan Chandra

Terbitkan Websitemu!

Hari ini kita tidak lagi hidup era 90-an atau awal 2000 ketika Internet masih mahal, hanya bisa diakses dari komputer dan ponsel berharga selangit, dan umumnya kita mengaksesnya dari warnet. Internet saat itu boleh dibilang masih eksklusif, belum banyak digunakan di masyarakat. Hari ini siapa pun punya akses yang luas terhadap jaringan Internet. Berbekal ponsel pintar dengan harga terjangkau dan internet broadband dengan harga terjangkau pula atau bahkan terhubung ke jaringan WiFi gratis, dunia sudah bisa dijelajahi dalam genggaman.

Internet sudah dimanfaatkan dengan baik secara luas di berbagai aspek kehidupan. Situs berita daring perlahan menggusur keberadaan media cetak. Iklan di media sosial perlahan menggusur keberadaan iklan lembaran. Artikel di blog, ensiklopedia daring, dan buku elektronik perlahan menggusur referensi dalam bentuk cetak. Toko daring perlahan menggusur keberadaan toko fisik. Banyak pihak memperoleh keuntungan dan banyak pula yang harus menanggung kerugian dari semua perubahan yang terjadi.

Di manakah posisi kita? Apakah kita ingin memperoleh keuntungan atau hanya duduk diam melihat semuanya? Mari terbitkan website kita sendiri sesuai dengan kemampuan dan keinginan kita sendiri. Penulis ingin membuat website apa? Penulis ingin membuat website terintegrasi dengan beragam jenis sajian.

Pertama, tentu saja artikel non-fiksi seperti pada blog-blog umumnya yang bisa memberikan manfaat bagi para pembaca. Pembaca bisa mendapatkan wawasan secara cuma-cuma dan penulis tetap mendapatkan honor melalui iklan yang terpasang. Kedua, penulis sesekali akan menerbitkan tulisan fiksi untuk memberikan hiburan kepada para pembaca. Tulisan ini tentunya dibuat oleh penulis sendiri, sama dengan artikel non-fiksi di poin sebelumnya. Ketiga, penulis akan membuka kanal e-commerce di mana pengunjung bisa membeli buku-buku tertentu yang kelak ditulis sendiri oleh penulis dan juga barang-barang lain yang dijual oleh penulis.

Keempat, penulis akan membuka kanal beriklan. Lain dari kanal iklan biasanya di mana penjual mencari pembeli untuk membeli produk yang mereka jual, penulis justru akan mengajak para pembeli untuk mencari penjual produk yang mereka butuhkan. Jelas, permintaan akan datang dari pihak pembeli. Kelima, penulis akan membuka kanal forum. Untuk topik tertentu yang sedang hangat dan dianggap seru oleh penulis, penulis akan memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk memberikan pikiran mereka. Keenam dan terakhir, penulis akan membuat alamat surel untuk penulis sendiri menggunakan domain situs, agar penulis tetap dipandang profesional.

Tentunya penulis menginginkan website yang profesional, stabil, dan aman. Dalam membuat website sendiri, ke depannya penulis ingin memiliki domain pribadi. Penyedia domain yang memudahkan saya untuk menerbitkan website dalam waktu singkat adalah DomaiNesia. Caranya bagaimana?

Banyak cara membuat website. Jika Anda ingin mendapatkan tampilan dan fungsi spesifik sesuai yang Anda kehendaki, Anda bisa membuatnya sendiri dengan menulis kode dalam bahasa HTML, PHP, CSS, dan SQL. Jika Anda tidak menguasai bahasa tersebut, Anda bisa memanfaatkan aplikasi pembuat website seperti Adobe Dreamweaver. Jika Anda ingin membuat website dengan mudah dan tidak mendambakan keunikan yang terlalu mendetil, gunakan saja aplikasi dan template yang sudah ada. Kalau saya sih, gunakan aplikasi dari DomaiNesia saja. Dalam waktu singkat, tercipta website yang bagus dan bermanfaat.

Kembali lagi, domainnya mau domain apa nih? Tentu domain .CO.ID yang tersedia di DomaiNesia dong, kan saya orang Indonesia. Setiap konsumen DomaiNesia akan mendapatkan fasilitas enkripsi SSL secara gratis, wah situs saya akan semakin aman.

Itu keinginan saya, bagaimana dengan Anda para pembaca? #ciptakanwebsitemu, terbitkan websitemu!

All I Love About Travelling

Berwisata adalah salah satu hobi saya, berwisata adalah kegiatan yang sangat saya nikmati dan sudah menjadi bagian dari hidup saya. Tanpa berwisata, saya merasa hidup seakan tak punya warna. Banyak hal yang saya sukai di dalamnya membuat saya tidak ingin berhenti menjelajah ke berbagai destinasi. So, what do I love about travelling?

Language learning
Berlibur ke suatu tempat akan membuat kita belajar mengenai bahasa yang digunakan di tempat tersebut, bahkan jika tempat tersebut masih di negara kita dan tidak jauh dengan kota tempat kita tinggal. Kita akan mendapatkan kosakata baru dan aksen pengucapannya. Tak jarang setelah kita pulang, kita masih menggunakan kosakata dan aksen baru itu ketika berbicara. Misalnya, orang Jakarta berlibur ke Bandung, dia akan mendengarkan masyarakat setempat berbicara dalam bahasa Sunda. Seiring komunikasi dengan mereka, dia akan memahami apa arti dari kalimat yang diucapkan dan bagaimana cara mengucapkannya. Tidak harus pindah dan lama menetap di Bandung untuk mengerti apa arti kata “hatur nuhun” atau “wilujeng sumping”, bukan?

Bagaimana dengan bahasa asing? Kita umumnya mempelajari hal ini di berbagai lembaga pendidikan dan pengajarnya sebagian besar masih merupakan orang Indonesia sendiri. Kita bisa menulis, membaca, berbicara, dan mendengar dengan lancar di kelas. Akan tetapi, bagaimana ketika kita harus berlibur ke luar negeri tanpa ditemani penerjemah dan pemandu wisata? Apakah kita berani untuk menggunakan kemampuan kita itu dan apakah masyarakat setempat mengerti aksen yang kita gunakan? Belum tentu. Itulah seni dari travelling.

Menjalin relasi baru
Di tempat kita tinggal, kita merasa hanya memiliki teman yang itu-itu saja. Dia lagi, dia lagi, begitulah yang kita hadapi sehari-hari. Padahal, ketika kita mengikuti program liburan bersama rombongan tur, bisa jadi kita akan bertemu dengan orang yang sebenarnya tinggal tidak jauh dari kita tetapi kita belum pernah mengenalnya. Di sinilah travelling berperan dalam menjalin relasi baru dan relasi tersebut dimulai dengan hal yang menyenangkan, indah bukan? Terlebih lagi ketika kita berada di tempat orang lain yang belum kita kenal, relasi tersebut akan semakin kuat terasa. Relasi juga mungkin terjadi dengan orang yang kita temui di tempat kita berlibur, baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa sadar, beberapa dari relasi ini bisa memberikan peran mereka di saat yang tidak kita duga sebelumnya.

Kuliner
Tidak afdol berlibur ke suatu tempat tanpa mengenal makanan khas tempat tersebut, inilah salah satu tujuan dari travelling yaitu wisata kuliner. Kita akan mendapatkan banyak inspirasi baru mengenai masakan yang belum pernah kita cicipi, bahkan kita kenal sebelumnya. Terkadang masakan tersebut dibuat dari bahan yang umum kita gunakan, tetapi kita belum pernah terpikir mengenai olahan dengan hasil seperti masakan itu. Tidak hanya cita rasa kuliner, menarik pula untuk diperhatikan variasi cara menyantap hidangan yang ada.

Serabi, wedang ronde, kembang tahu, dan colenak yang saya nikmati dalam kegiatan travelling ke Bandung.

Serabi, wedang ronde, kembang tahu, dan colenak yang saya nikmati dalam kegiatan travelling ke Bandung.

Habits observation
Ketika travelling, kita akan memperhatikan pula bagaimana cara masyarakat setempat berperilaku dalam hal-hal yang biasa mereka lakukan, baik itu berupa perilaku positif maupun perilaku negatif. Perilaku positif harus kita terapkan dalam hidup kita, misalnya menjaga kebersihan dan bertutur kata dengan lembut. Bagaimana dengan perilaku negatif? Cegahlah agar kita tidak melakukannya.

Shopping
Travelling tidak pernah lepas dari belanja, entah apa yang dibelanjakan. Makanan khas dari tempat tersebut yang bisa dibawa pulang tentu akan dibeli untuk dimakan di rumah, baju yang terlihat bagus dan nyaman dipakai juga dibawa pulang, tas yang terlihat kuat, ringan, dan besar akan dibeli untuk dibawa pulang. Semua belanjaan dibawa pulang. Di sinilah seni travelling yang saya suka dari kegiatan berbelanja. Semua baju yang masih belum digunakan dan sudah kotor tentunya harus dibawa pulang bersamaan dengan belanjaan. Permasalahannya, jumlah tas dan koper yang dibawa terbatas. Maskapai penerbangan pun membatasi berat bagasi dan bawaan kabin yang boleh dibawa. Alhasil saya harus bekerja sama dengan anggota keluarga dan sesama wisatawan yang saya kenal sehingga kami semua bisa membawa pulang belanjaan tanpa harus membayar biaya ekstra akibat kelebihan beban.

Cinderamata yang saya beli dari kegiatan travelling, mulai dari minatur candi, kerupuk, dodol, cokelat, makanan ringan, hingga produk Batik.

Cinderamata yang saya beli dari kegiatan travelling, mulai dari minatur candi, kerupuk, dodol, cokelat, makanan ringan, hingga produk Batik.

Adventure
Setiap kesempatan untuk menjelajah tempat baru sendirian selalu diusahakan untuk dimanfaatkan dengan maksimal. Ketika berjalan sendirian, rasa petualangan begitu saya nikmati untuk menemukan hal-hal yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Mengingat saya belum pernah mengetahui hal tersebut, saya akan benar-benar berkonsentrasi untuk melihat dan mendengar sepanjang perjalanan.

Fotografi

Pemandangan di destinasi travelling yang saya abadikan.

Pemandangan di destinasi travelling yang saya abadikan.

Ini adalah hal yang paling saya sukai dalam melakukan kegiatan travelling. Untuk menjadi kenangan kelak, saya tidak pernah lupa mengabadikan pemandangan, objek-objek menarik, dan makanan khas yang saya cicipi di tempat yang saya kunjungi menggunakan kamera ponsel. Selama berlibur, saya selalu mengisi baterai ponsel hingga penuh setiap berada di penginapan. Foto-foto ini juga bisa dibagikan melalui jejaring sosial atau dikumpulkan untuk menjadi penunjang buku wisata yang saya tulis, seperti dalam seri “Ayo Jelajah Indonesia”.

Akun Instagram dan buku travelling, tempat saya menuangkan pengalaman saya.

Akun Instagram dan buku travelling, tempat saya menuangkan pengalaman saya.

Itu semua adalah hal-hal yang saya sukai dari kegiatan travelling. Itu cerita saya, bagaimana dengan Anda? Anda juga memiliki hak dan keinginan untuk travelling seru bukan?

Seorang traveller yang baik selalu memerhatikan semua detil kegiatannya dengan baik sejak persiapan, mulai dari menentukan destinasi yang akan dikunjungi, akomodasi dan transportasi yang dipilih, hingga dokumen yang harus dipersiapkan. Setelah pulang dari kegiatan travelling, traveller akan membuat cadangan dari seluruh foto yang diabadikan dan membagikannya pula untuk dilihat oleh orang lain. Menentukan destinasi bisa dilakukan dengan mengunjungi situs pariwisata, begitu pula dengan akomodasi dan transportasi. Memesan kamar penginapan dan tiket pesawat atau kereta api bisa dilakukan melalui internet, begitu juga dengan paspor yang sekarang bisa diajukan secara daring. Membuat cadangan foto tidak harus dengan mencetaknya, cukup unggah ke akun cloud storage atau bagikan di situs jejaring sosial. Untuk itu, jangan setengah-setengah dalam menciptakan kegiatan travelling yang tak terlupakan. Libatkan internet ultra cepat dalam setiap tahapannya dan Anda akan mendapatkan pengalaman tiada dua.

Internet ultra cepat? Internet seperti apa itu? Internet dengan koneksi cepat dan stabil tentunya, yaitu internet dari jaringan MyRepublic besutan Sinarmas. Sinarmas adalah grup perusahaan dengan reputasi dan komitmen besar terhadap setiap produk dan layanan yang dipasarkan, termasuk di bisnis komunikasi dengan segudang pengalaman dan investasi yang ditanamkan. Tunggu apa lagi? Mari rencanakan kegiatan travelling-mu dan persiapkan dengan jaringan internet ultra cepat!

Satu lagi, ingin membiasakan diri mendengar ucapan berbahasa Inggris dan mendambakan liburan ke Jerman? DW TV bisa menjadi jawaban, stasiun televisi ini mengudara juga di Asia dan beberapa programnya memberikan gambaran mengenai petunjuk travelling di Jerman, termasuk salah satunya adalah Check-In.

Menguak Kekayaan dan Kebanggaan Bangsa, Indonesian South Sea Pearl

Penggemar perhiasan pasti tahu berbagai bahan yang membentuk perhiasan mereka. Bahan-bahan tersebut memiliki pesonanya sendiri dan kesulitan dalam mendapatkannya. Memiliki perhiasan seperti ini membutuhkan usaha yang tidak mudah, uang yang tidak sedikit, dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi penggunanya. Bahan-bahan ini bermacam-macam dan salah satu yang diperhitungkan adalah mutiara. Begitu lamanya dan sulitnya untuk mendapatkan mutiara terbaik demi perhiasan yang elegan dan elit sehingga harga perhiasan dari mutiara boleh dibilang selangit.

ilus1

Mutiara emas dan perak, bagian dari kekayaan Indonesian South Sea Pearl yang paling diincar oleh kolektor dunia. Gambar diunduh dari www.missjoaquim.com.

 

Jenis-jenis mutiara

Mutiara sendiri terdiri dari mutiara asli yang langsung diproduksi di alam dan mutiara imitasi. Terdapat dua jenis mutiara asli, yaitu mutiara air laut dan mutiara air tawar. Mutiara air laut membutuhkan waktu produksi yang lebih lama (sekitar dua sampai empat tahun), menghasilkan bentuk yang lebih bervariasi, dan memancarkan kilauan yang lebih jelas, sehingga tingkat kepuasan penggunanya akan lebih tinggi dan menyebabkan produk ini lebih berharga jika dibandingkan dengan mutiara air tawar.

 

Indonesia sebagai penghasil mutiara Laut Selatan

Indonesia adalah salah satu penghasil mutiara paling bergengsi di dunia, di mana produksinya menempati peringkat teratas sejak tahun 2005. Kesempurnaan produk mutiara yang dihasilkan akan sangat terlihat ketika diambil secara langsung dari cangkang tiram mutiara Laut Selatan. Tiram yang paling langka dan terbesar di dunia bernama ilmiah Pinctada maxima, ukurannya cukup besar dengan diameter mencapai 12 inci dan memiliki dua variasi warna bibir yaitu putih atau emas. Jumlahnya sangat sedikit, banyak ditemukan di laut tropis yang hangat di mana Laut Selatan memiliki karakteristik yang cocok untuk kehidupan tiram tersebut. Penemuan habitat paling produktif ini dimulai pada awal abad ke-19 dan menggairahkan pasar Eropa.

Tiram Pinctada maxima sebagai penghasil kekayaan Indonesian South Sea Pearl. Gambar diunduh dari Wikipedia Bahasa Inggris.

 

Berharganya mutiara Laut Selatan Indonesia

Kembali lagi soal harga mutiara air laut, semuanya ditentukan oleh kualitas, kilau, bentuk, permukaan, nacre, ukuran, dan massa dari mutiara tersebut. Soal kualitas, mutiara Laut Selatan Indonesia tak perlu diragukan lagi. Kilaunya bersinar lembut dan memukau dalam segala situasi. Bentuknya bulat sempurna, di mana ketersediaannya hanya 10 sampai 30 persen dari total keseluruhan mutiara Laut Selatan di seluruh dunia sehingga terasa langka. Permukaannya tebal dan megah dengan nacre yang begitu alami. Ukuran dan massanya pun cukup besar jika dibandingkan dengan mutiara air tawar, berada dalam rentang 8 hingga 20 mm dengan rata-rata ketersediaan di kisaran 12 mm. Memiliki mutiara Laut Selatan dengan ukuran lebih dari 16 mm merupakan sesuatu yang membanggakan dan diimpikan banyak orang mengingat ketersediaannya yang begitu langka.

Dibandingkan dengan mutiara Tahiti, mutiara Laut Selatan Indonesia (Indonesian South Sea Pearl) jelas lebih besar, lebih cantik, lebih langka, dan oleh karenanya pasti lebih mahal. Mutiara Laut Selatan Indonesia memiliki berbagai variasi warna yang indah, meliputi : putih, perunggu, perak, krem, emas, merah muda, biru, dan hijau. Mutiara seperti ini sangat sulit ditemukan, hanya bisa kita dapatkan melalui budidaya peternakan mutiara di Laut Selatan yang dilakukan di Lombok (tepatnya di Selat Alas, Selat Lombok, dan Selat Sape), Bali, dan Sumbawa.

ilus2

Mutiara air tawar berukuran lebih kecil dan mutiara Tahiti berwarna hitam, tersedia lebih banyak di alam. Gambar diunduh dari www.originalmutiara.com.

 

Menjaga kelestarian laut penghasil mutiara

Bicara mengenai pemanasan global, kita memerlukan kondisi laut yang mendukung untuk masa depan berkelanjutan mutiara Laut Selatan Indonesia. Ketika lingkungan tidak memberikan suhu air, ketersediaan plankton, dan kadar sedimentasi yang sesuai, tiram akan menolak untuk menghasilkan mutiara berharga dan kita akan merasakan kerugian yang sangat besar. Kita harus bersyukur karena Lombok bisa menjadi penghasil mutiara air laut terbesar di dunia (mencapai empat puluh tiga persen pasokan mutiara dunia) dan kita harus bisa memaksimalkan potensinya dengan mengolah mutiara tersebut menjadi produk kerajinan yang unik. Produk-produk tersebut meliputi :

  • cincin,
  • kalung,
  • giwang,
  • anting,
  • gelang,
  • dan hiasan pada produk fesyen seperti gaun.

 

Mempertahankan dan meningkatkan nilai jual mutiara Laut Selatan Indonesia serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional

Sulit? Tentu tidak, mengingat Indonesia memiliki banyak pengrajin perhiasan yang terampil dan unik. Produk-produk tersebut kemudian kita jual dengan merek nasional kita sendiri melalui saluran-saluran penjualan milik negara kita sendiri, meliputi : gerai cinderamata di dalam negeri, duty free shop di bandara internasional di seluruh Indonesia, dan online marketplace milik anak bangsa sendiri. Hal ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah pada produk mutiara, tidak sekadar menjualnya dalam kondisi mentah, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara, dan meminimalkan risiko ekspor mutiara secara illegal. Tak tanggung-tanggung, pada tahun 2014, Indonesia bisa mencetak eskpor hingga lebih dari USD 29 juta. Indonesia menjadi negara produsen mutiara Laut Selatan terbesar di dunia dan negara pengekspor mutiara terbesar ke-9 di dunia. Untuk menjaga kelangsungan warisan alam yang berharga ini, perlu kesadaran dan kerja sama di antara kita semua. Koordinasi, penegakan hukum, dan pengawasan dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ketika semua yang berhubungan dengan kawasan Laut Selatan berkontribusi dalam menjaga kondisi laut.

Menjaga kondisi laut sangat penting untuk mempertahankan produksi Indonesian South Sea Pearl yang optimal dan kegiatan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Gambar diunduh dari Wikipedia Bahasa Indonesia.

 

Bangga dengan menggunakan produk mutiara Laut Selatan Indonesia

Akhirnya, kita harus mengakui bahwa mutiara Laut Selatan Indonesia merupakan anugerah alam yang membanggakan dan tentu kita berharap produk ini bisa berkontribusi terhadap kemajuan negara mengingat harganya yang jauh lebih mahal dibandingkan mutiara produksi negara lain (enam sampai seratus kali lebih mahal, bisa mencapai USD 25-100 per gram), apalagi jika dibuat menjadi perhiasan. Tanpa berniat memaksa, jika kita mampu dan memungkinkan, sudah selayaknya kita menunjukkan kebanggaan kita dengan terlebih dahulu menggunakan produk olahan ISSP. Bagaimana kita bisa menginginkan orang asing menggunakan produk kita jika bukan kita yang memulainya? Untuk mendapatkannya, marilah kita berkunjung ke kawasan sekitar Laut Selatan, meliputi : Raja Ampat, Lombok, Sumbawa, Bali, Banyuwangi, Lampung, Manado, dan Halmahera.

Begitu membanggakan jika kita bisa menggunakan cincin dengan liontin berupa mutiara Laut Selatan Indonesia. Selain penampilannya yang begitu mewah, cantik, dan unik, liontin tersebut berasal dari kekayaan tanah air kita sendiri. Gambar diunduh dari www.missjoaquim.com.

 

Tulisan ini dipersembahkan oleh Christian Evan Chandra, di mana penulis bisa dihubungi melalui Facebook (@christian.evan.ch), Twitter (@official_cevan), dan Instagram (@cevan_321).

Menulis Digital, Menghasilkan dan Mencerdaskan

Membaca akan membuka wawasan mereka yang melakukannya untuk melihat dunia. Tak akan ada konten yang dibaca tanpa kehadiran mereka yang menulis konten-konten tersebut. Menulis adalah salah satu hobi saya, menjadi penulis adalah salah satu aktivitas yang sedang saya tekuni, dan tulisan adalah salah satu bentuk karya yang saya hasilkan. Menyebarkan tulisan adalah hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan penulis, di mana masyarakat mendapatkan manfaat dari tulisan dan penulis dapat menerima keuntungan materill dari karyanya. Menulis adalah salah satu hobi yang dapat dijadikan bisnis menggiurkan dan tak akan pernah mati dimakan zaman.

Menyadari potensi tersebut dan memanfaatkan kemudahan di era serba digital ini, saya memutuskan untuk menerbitkan tulisan saya dalam bentuk buku dan secara aktif ikut memasarkannya bersama dengan penerbit melalui jaringan Internet. Buku yang sudah beredar saat ini adalah buku berkategori wisata dengan sasaran pasar domestik, yaitu dua buku dari seri Ayo Jelajah Indonesia terbitan Bitread Digital Publishing asal Bandung. Wisata adalah kebutuhan masyarakat di waktu luang setelah menghabiskan sebagian besar waktu dalam pekerjaan masing-masing untuk mempertahankan kebahagiaan dan produktivitasnya, di mana sebagian di antara mereka mengalami kebingungan untuk menentukan destinasi pilihan mereka dan buku saya hadir bersama buku lainnya sebagai solusi atas semuanya.

download

Pemasaran yang saya lakukan bersama dengan penerbit saat ini dilakukan melalui jejaring sosial, di mana konten pemasaran berbentuk teks dan gambar. Pemssaran tidak dapat melulu fokus pada mengiklankan produk, sesekali juga harus memberikan informasi bermanfaat secara cuma-cuma dan mendekatkan diri secara personal kepada pasar. Pengguna di Indonesia terbilang cukup tinggi dengan tingkat penggunaan sering sehingga pemasaran seperti ini menjadi pilihan yang efektif. Selain itu, proses pemasaran bisa dilakukan dengan mudah hanya memanfaatkan ponsel pintar berjaringan Internet ultra cepat sehingga biaya pemasaran bisa ditekan. Jejaring sosial apa yang dinilai memenuhi kriteria? Twitter dan Instagram menjadi sasaran. Di luar kegiatan pemasaran, tersedianya jaringan Internet ultra cepat juga penting untuk mengunduh ilustrasi dan mengunggah materi ke dunia maya.

Ke depannya, apa yang akan dilakukan apabila saya diberikan sumber pendanaan segar dari luar? Dana tersebut akan digabungkan bersama dengan hasil penjualan yang telah dibukukan selama ini dan dimanfaatkan untuk meningkatkan tingkat pemasaran melalui jalur digital lainnya, termasuk iklan di mesin pencari (search engine). Tulisan baru dengan tema aktual dan target pembaca internasional pun akan dikembangkan di mana sumber pendanaan tersebut akan membiayai riset materi, proses penulisan, dan pemasarannya. Apabila konten tersebut sudah terwujud, pemasaran tentu akan diperluas menyasar kanal-kanal digital di luar Indonesia, termasuk di antaranya Channel News Asia sebagai salah satu sumber informasi terpercaya hingga hari ini dengan jangkauan negara-negara di Asia, termasuk di antaranya : Indonesia, Singapura, Malaysia, India, dan Hong Kong. Channel News Asia dapat dijangkau melalui Internet dan televisi, di mana hari ini hampir semua orang memilikinya di rumah masing-masing.

Strategi pemasaran mana yang akan dipelajari ketika menembus pasar global? Saya terinspirasi dengan perjalanan Jack Ma asal China dengan perusahaannya Alibaba dan Jeff Bezos dengan perusahaannya Amazon, dua perusahaan digital yang cukup besar di dunia. Alibaba berhasil merambah dunia setelah sukses mengembangkan pasar domestiknya, sedangkan Amazon sudah terkenal dengan belanja digital termasuk buku fisik dan digital berskala global.

Kendaraan Hebat untuk Masa Depan Desa Kita yang Lebih Baik

Sketsa pribadi saya mengenai kendaraan impian untuk pedesaan di masa depan.

Sketsa pribadi saya mengenai kendaraan impian untuk pedesaan di masa depan.

Hidup di pedesaan bukan berarti peluang untuk menatap masa depan yang cerah menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan hidup di perkotaan. Tanpa perlu mengubah struktur kehidupan yang ada, mereka yang hidup dalam suasana pedesaan memiliki kesempatan yang sama besar untuk menjadi orang sukses dan memberikan sumbangsih bagi bangsanya. Bahkan, sejujurnya kondisi alam pedesaan yang masih jauh dari hiruk pikuk aktivitas dan pembangunan memudahkan masyarakatnya untuk mendapatkan ide-ide segar dan inovatif. Salah satu produk teknologi yang dapat berperan dalam memajukan kehidupan di pedesaan adalah kendaraan. Di bagian awal tulisan ini, saya telah menggambarkan sketsa sebuah kendaraan di mana saya menganggap produk nantinya termasuk ideal untuk diterapkan.

Bagian depan

Bagian depan kendaraan didesain untuk meletakkan mesin penggerak dan tempat duduk di bagian depan yang mampu mengakomodasi hingga tiga orang. Setiap penumpang di bagian depan akan terlindungi dengan adanya kantung udara SRS dari benturan keras dengan dasbor ketika terjadi kecelakaan.

Sistem transmisi yang cocok untuk kendaraan seperti ini adalah sistem manual dan tuas giginya diletakkan di dasbor. Selain lampu penerangan, tak lupa juga disematkan lampu kabut untuk keselamatan dalam berkendara.

Untuk transmisi informasi, disediakan head unit dengan kemampuan memutar lagu dari USB flash disk, mendengarkan siaran radio FM, melakukan panggilan darurat, dan menampilkan bagian belakang kendaraan ketika akan melakukan parkir.

Bagian tengah

Atap kendaraan di bagian tengah bisa dikendalikan dengan sistem komputer untuk membuka dan menutup atap tersebut. Pengendara dapat menekan tombol untuk melakukan pengendalian secara manual dan sistem otomatis juga tersedia untuk menutup atap ketika terjadi hujan. Ketika atap dibuka, pendingin udara mati secara otomatis dan para penumpang bisa melihat indahnya langit serta merasakan udara segar ala pedesaan. Dengan mematikan pendingin ruangan, maka penumpang telah berkontribusi dalam mengurangi laju pemanasan global yang disebabkan oleh freon.

Jendela kendaraan bisa dibuka dan ditutup secara manual oleh para penumpang dengan sistem power window. Ketika udara terasa sejuk, penumpang bisa membuka jendela untuk menikmatinya. Ketika jendela ditutup, penumpang bisa menyalakan pendingin ruang dan mengatur suhu yang diinginkan secara digital.

Penumpang duduk berhadap-hadapan sehingga memungkinkan mereka saling bercengkerama dengan menatap wajah lawan bicara sambil menikmati suasana alam yang indah. Kursi tempat mereka duduk bisa dilipat sehingga ketika tidak ada penumpang, mobil ini dapat beralih fungsi untuk mengangkut barang. Di bagian tengah bawah kendaraan, tersedia pula bagasi untuk meletakkan barang bawaan para penumpang.

Untuk bertarung di berbagai medan, ground clearance kendaraan didesain cukup tinggi dengan ban berukuran besar.

Bagian belakang

Para penumpang bisa turun dari dalam kendaraan dengan pintu yang terletak di bagian samping kendaraan. Pintu tersebut bisa dibuka secara manual dan juga dengan menggunakan tombol. Tingginya jarak dari kabin ke bawah dipahami penulis dengan tersedianya tangga yang bisa dikeluarkan untuk jalur naik dan turun penumpang.

Bagaimana dengan barang bawaan? Tersedia pintu di bagian belakang yang dapat dibuka secara manual untuk memasukkan dan mengeluarkan barang.

Untuk keselamatan dan juga estetika kendaraan, diletakkan lampu di bagian belakang atas yang akan menyala ketika terjadi pengereman. Kamera dan sensor tak lupa disiapkan untuk membantu pengendara ketika akan memarkirkan mobil ini. Satu lagi, wiper ikut disediakan untuk membersihkan kaca belakang ketika terjadi hujan.

Mesin

Idealnya, kendaraan ini dibuat untuk menampung paling banyak tiga orang di bagian depan, empat belas orang di bagian tengah, dan barang-barang bawaannya dengan beban maksimal 1700 kg. Tenaga yang diperlukan untuk mengangkut mereka tentulah besar dan kita bisa saja dengan mudah memberikan mesin berkapasitas besar yang sayangnya mengonsumsi lebih banyak bahan bakar serta kurang bersahabat dengan lingkungan. Untuk itu, dapat dipertimbangkan penggunaan teknologi turbo dan hybrid pada kendaraan ini sehingga kapasitas mesin bisa ditekan hingga 2150 cc.

Fitur yang mungkin saja ditambahkan dan tidak akan pernah ditambahkan

Fitur ABS pada pengereman kendaraan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan tingkat keselamatan penumpang. Selain itu, untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, dapat dilakukan kombinasi dengan sel surya dan baterai. Ketika sinar matahari cukup, sel surya akan mengubahnya menjadi energi listrik untuk mengisi baterai dan akan digunakan jika matahari tak lagi bersinar. Bahan bakar bensin akan kembali digunakan setelah cadangan energi pada baterai benar-benar habis.

Sebaliknya, fitur-fitur tidak disediakan jika dinilai akan membawa penumpang untuk tidak menikmati pemandangan alam secara maksimal, antara lain : modem WiFi dan televisi. Fitur ini juga akan meningkatkan kebutuhan energi listrik untuk menyalakannya dan berarti kurang bersahabat dengan alam.

Peluang usaha

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pedesaan, kendaraan ini bisa digunakan untuk kepentingan pariwisata dan mendatangkan pemasukan kepada desa yang dikunjungi.