Kemajuan koperasi Indonesia yang semakin modern seiring perkembangan teknologi digital. Gambar diunduh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Indragiri Hulu (kiri atas), Korpri Online (kanan atas), dan Blogspot.

Kemajuan koperasi Indonesia yang semakin modern seiring perkembangan teknologi digital. Gambar diunduh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Indragiri Hulu (kiri atas), Korpri Online (kanan atas), dan Blogspot.

Bergerak bersama bagaikan keluarga mampu menciptakan hidup yang bahagia dan sejahtera, begitulah gambaran sederhana mengenai koperasi sebagai salah satu bentuk badan usaha di indonesia. Tidak hanya mengejar keuntungan untuk sekelompok orang, koperasi terbuka untuk semua orang yang berkomitmen memajukannya dan melayani secara adil seluruh anggotanya. Apabila dibentuk secara luas dan berjalan secara optimal, koperasi dapat menjadi badan usaha yang besar dengan kemampuan bertahan yang kuat dan kontribusi signifikan dalam memperkokoh perekonomian nasional. Pada tahun 2016, koperasi mampu menyumbang bagi PDB negara kita sebesar 4,41 persen, lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya 1,67 persen. Pertumbuhan kuantitas ini perlu dibarengi dengan perkembangan kualitas dan modernisasi operasional koperasi di tengah pasar yang begitu ketat dengan adopsi teknologi di berbagai bidang.

Koperasi tidak tinggal diam dan mengambil tindakan tepat untuk segera merespon situasi yang ada. Keanggotaan dibuka lebih luas untuk masyarakat di seluruh Indonesia dan pendaftaran pun dibuat lebih mudah melalui sistem online seperti yang dilakukan oleh Koperasi Syariah 212, baik untuk pertumbuhan ukuran dan kekuatan permodalan koperasi. Profil, produk, dan layanan yang diberikan oleh koperasi bisa dilihat masyarakat secara luas melalui situs web milik masing-masing koperasi. Untuk mengetahui mutasi rekening dan informasi simpanan serta pinjaman anggota koperasi, koperasi simpan pinjam bergerak dengan menciptakan layanan berbasis situs web yang bisa diakses seperti login pada situs-situs lainnya seperti yang sudah dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB). Ketika sudah tiba saatnya melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), anggota koperasi tidak harus datang ke kantor koperasi untuk mendengarkan pertanggungjawaban dan memberikan suaranya karena semuanya dilaksanakan secara transparan melalui jaringan elektronik.

Tak hanya koperasi simpan pinjam, koperasi produksi pun tidak kalah dalam memanfaatkan teknologi dengan memasarkan produk hasil pekerjaan anggotanya secara online seperti yang sudah dilakukan oleh Koperasi Gotong Royong. Dengan demikian, pangsa pasar anggota koperasi semakin luas dan mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena biaya penjualan lebih rendah dan tidak perlu membayar komisi perantara. Pembeli juga diuntungkan karena bisa langsung memperoleh barang dari produsennya dengan harga yang lebih menarik. Jika bahasan sebelumnya hanya berkutat seputar membuat layanan versi online, koperasi yang satu ini benar-benar membuat takjub. Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) dengan cita-cita menegakkan kedaulatan digital di Indonesia bekerja sama dengan mahasiswa dan produsen di negeri sendiri telah berhasil menciptakan dan memproduksi ponsel berkoneksi 4G asli Indonesia yaitu Digicoop. Ponsel ini tidak hanya canggih, tetapi juga bisa menyumbangkan pemasukan bagi para anggota koperasi yang memilikinya. Tak sampai di situ, koperasi ini juga mengadakan program di mana para anggotanya bisa turut ambil bagian dalam bisnis brand online besar dan satelit yang beroperasi di Indonesia. Benar-benar hal yang membanggakan ketika teknologi bisa sepenuhnya diciptakan, dimanfaatkan, dikuasai, dan menyejahterakan bangsa sendiri, terlebih yang mewujudkannya terlebih dahulu bukanlah korporasi besar yang hanya dimiliki oleh sekelompok orang tetapi koperasi!

Ketika internal setiap koperasi bergerak untuk menyesuaikan diri dan menjadi lebih modern di tengah era digital, kerja sama antarkoperasi pun dirintis demi pemerataan kualitas layanan koperasi di seluruh Indonesia dan kenyamanan para anggotanya. Wujud nyatanya adalah program Jaringan Online Koperasi Nasional (JOKN) yang dilakukan oleh Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI) untuk menghubungkan berbagai jenis koperasi dari berbagai daerah di Indonesia, meningkatkan kualitas manajemen setiap koperasi, dan membenahi sistem teknologi informasi yang terhubung secara luas. Koperasi kecil di daerah terpencil bisa duduk bersama koperasi yang lebih besar di kota besar dan belajar bagaimana meningkatkan kompetensi dan kekokohan manajemen serta sumber daya manusia yang menjalankannya sehingga layanan dan kesejahteraan anggota semakin meningkat. Penerapan yang jelas terjadi nampak pada platform yang diluncurkan pada Januari lalu yaitu CoIC (Cooperatives InterConnectivity) di mana koperasi akan terhubung secara online dan tidak dipungut biaya apa pun untuk melayani kebutuhan transaksi keuangan anggotanya. Dengan memanfaatkan mobile banking melalui ponsel pintar, para anggota koperasi yang sudah bergabung dalam platform ini dapat melihat saldo simpanan, bertransaksi, dan memanfaatkan layanan PPOB secara cepat dan realtime. Selain itu anggota juga dapat memanfaatkan fasilitas e-money lengkap dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Anggota dimudahkan untuk menarik uang dan berbelanja di kota mana saja meskipun di kota tersebut tidak ada kantor perwakilan koperasi mereka. Sejalan dengan amanat Perpres 85/2016 mengenai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), program ini mampu menarik minat masyarakat, meningkatkan kepercayaan mereka, dan memberikan kemudahan untuk menabung serta melakukan lalu lintas pembayaran, khususnya di daerah yang belum terjangkau korporasi perbankan. Peluang inilah yang dimanfaatkan koperasi sehingga tidak tertinggal dengan entitas usaha yang lain bahkan justru mampu melebarkan sayap dan menambah kekuatannya. Satu lagi, dari sisi perizinan, kini mendirikan koperasi bisa dilakukan secara online sehingga menjadi lebih mudah.

Hal ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu memertahankan eksistensi koperasi dan terus memajukan keberadaannya sebagai entitas usaha yang modern dan senantiasa selaras dengan kemajuan teknologi. Teknologi bukanlah musuh bagi koperasi melainkan justru memperkuat strategi koperasi dalam memperjuangkan kesejahteraan anggotanya. Semua program yang digagas sudah sangat baik dan pelaksanaannya harus terus diperluas ke seluruh koperasi di Indonesia sehingga seluruhnya memiliki kualitas yang sama dan siap menjadi pondasi masa depan kekuatan perekonomian bangsa. Masyarakat bisa hidup sejahtera dan tetap dalam nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi kekhasan positif bangsa. Maju terus koperasi Indonesia, masa depan bangsa yang terus maju di era modern!