Jangan Pakai Emosi…

Selamat malam Indonesia…

Apa yang pertama kali akan kalian baca pada puisi anak-anak SD tentang Indonesia? Umumnya mereka akan mengatakan Indonesia negara yang indah, dengan keberagaman dan kerukunan masyarakatnya, betul?

Indonesia memang negara yang indah dengan kearifan budaya lokal yang sudah ada semenjak zaman dahulu. Masyarakat Indonesia memiliki budaya untuk sabar, sopan santun, dan bergotong royong.

Namun apakah hari ini masyarakat Indonesia masih bisa dibilang sabar dan sopan santun? Tidak juga.

Perang kata-kata di jejaring sosial bahkan di siaran televisi antar pejabat atau antar artis sudah sangat biasa saya saksikan, bukan hal yang asing lagi. Ironisnya, kalangan masyarakat yang lain juga ikut-ikutan. Masalah kecil menjadi besar, bukan dimusyawarahkan malah ribut kata-kata bahkan hingga terjadi kontak fisik.

Mari Indonesia berubah dan kembali ke jalan semula. Jangan menggunakan emosi untuk menyelesaikan masalah. Gunakan akal sehat untuk mencari jalan keluar terbaik. Emosi tidak menyelesaikan masalah.

Viva Indonesia!

Kilas Balik…

Selamat sore Indonesia…

Hari ini saya tertarik untuk melakukan kilas balik terhadap tulisan-tulisan yang sudah saya unggah ke situs ini selama beberapa waktu terakhir.

Tulisan pertama saya bertemakan pertelevisian dan tulisan terakhir sebelum tulisan ini bertemakan hemat sekaligus mencintai tanah air.

Sebenarnya apa yang saya inginkan untuk perubahan dalam kehidupan dan lingkungan saya? Apa hubungan antara tulisan-tulisan saya selama ini?

Saat ini perekonomian global berada dalam kondisi sulit, termasuk di Indonesia. Harga-harga merangkak naik, mata uang Rupiah terus melemah, banyak usaha yang terpaksa gulung tikar.

Di satu sisi, konsumsi masyarakat Indonesia tetap tinggi. Kita lebih tertarik untuk membeli barang dengan merek terkenal asal luar negeri meskipun tidak memenuhi standar kualitas kita dan harganya juga tidak bisa dibilang murah, semua hanya demi gengsi semata.

Padahal, produk-produk Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dan juga dengan banderol lebih terjangkau, khususnya produk-produk ini : makanan (rendang, gado-gado, ketoprak), destinasi wisata (Bali, Belitung, Raja Ampat), siaran televisi, dan masih banyak lagi. Jadi, mengapa kita tidak menggunakan produk dalam negeri kita? Tidak hanya menunjukkan cinta dan bakti pada tanah air, kita juga berkesempatan untuk berhemat secara signifikan.

Lalu, bagaimana supaya ini semua bisa terjadi? Kualitas produk harus senantiasa ditingkatkan dan ide-ide baru harus lahir untuk membuat masyarakat Indonesia mau menggunakan produk domestik.

Hal yang tak kalah penting adalah sikap masyarakat Indonesia. Kita memiliki dasar budaya dengan etika yang sangat bagus, namun realita menunjukkan kita tidak sabar dalam menunggu. Tidak sabar dalam mengantre, tidak sabar dalam menunggu hasil kerja, dan juga tidak sabar untuk segera mendapatkan informasi yang kita inginkan. Apa akibatnya? Kita menyelak dalam antrian, marah-marah, dan juga lebih memilih jalan instan lainnya. Ini juga harus diubah.

Jika kita mau berubah, yakinlah kita pasti bisa berkembang lebih besar lagi. Kalau tidak? Kita akan jalan di tempat, dan bukan tidak mungkin malah menurun.

Semoga bermanfaat. Viva Indonesia!

Administrator

#AntaraHematdanNegeriku (Bagian 4)

Selamat pagi pembaca…

Pagi ini saya akan benar-benar mewujudkan janji saya untuk posting episode ke-4 #AntaraHematdanNegeriku.

Berlibur ke luar negeri membutuhkan banyak penukaran Rupiah ke US Dollar. Tak tanggung-tanggung, sekali kita pergi ke luar negeri minimal kita menghabiskan 300 US Dollar.

Di tengah Rupiah yang lagi lemah terhadap USD, perilaku berlibur ke luar negeri merupakan tindakan yang menguras banyak uang dan juga berkontribusi terhadap semakin melemahnya Rupiah.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Ubah mindset bahwa berlibur ke luar negeri baru keren. Selama ini orang Indonesia menjadikan liburan ke luar negeri sebagai hal yang sangat bergengsi karena tak sedikit kocek yang dikeluarkan.

Apakah destinasi liburan di Indonesia kalah keren? Tidak! Kita punya Bali, Belitung, dan Raja Ampat.

Administrator

Tak Ada Pilihan…

Selamat pagi Indonesia…

Buat kebanyakan orang, hidup adalah pilihan. Kamu mau jadi apa tergantung pilihan kamu sendiri, mau jadi benar atau tidak benar, kaya atau tidak kaya.

Lalu kenapa hari ini saya malah memberi judul posting “Tak Ada Pilihan…”? Inilah yang harus diubah dari masyarakat Indonesia.

“Tak ada pilihan” seperti apa yang ingin saya tekankan?

Tak ada pilihan untuk malas…
Tak ada pilihan untuk istirahat…
Tak ada pilihan untuk bekerja sedikit…
Tak ada pilihan untuk egois…
Tak ada pilihan untuk berhenti…

Kita jangan cepat merasa puas, merasa kita sudah mencapai tujuan. Kita masih jauh, jauh, jauh dari impian nasional. Mari bekerja sama untuk memajukan negara Indonesia.

Viva Indonesia!
Administrator

Menolak Diam!

Selamat malam Indonesia…

Pembaca yang budiman, tulisan hari ini judulnya sama dengan nama situs web ini, Menolak Diam. Ada apa. Dengan Menolak Diam ini?

Kenapa Indonesia bergerak maju secara lambat? Bukan karena orang Indonesia tidak cerdas, tapi kelamaan dalam berpiikir. Dan ketika pikirannya dibutuhkan, karena belum selesai mikir ya jadi diem deh.

Berpikir lama diidentikkan dengan berpikir secara matang, tapi apakah iya? Indonesia perlu pemikiran yang cepat, tetapi juga kuat dan matang. Tidak hanya itu, pemikiran itu juga perlu disampaikan kepada khalayak ramai supaya tidak hanya sekedar menjadi pemikiran saja.

Bagaimana caranya? Mulai hari ini, pembaca diharapkan untuk menolak diam ketika melihat sesuatu yang perlu aksi kalian. Spontan turun tangan!

Viva Indonesia!
Administrator