Menunggu

Selamat pagi Indonesia…

Post ini bukan dalam kelompok #AntaraHematdanNegeriku ya. Tunggu kelanjutannya hari Jumat (semoga tidak lupa).

Menunggu, mungkin kamu langsung teringat lagu anak Raja Dangdut, Rhoma Irama. Yang belum tahu lagunya, ini dia saya berikan videonya (sumber dari YouTube).

Orang Indonesia terkenal tidak sabar menunggu, senang menyelak di antrian, lama sedikit menunggu makanan pelayan sudah diomel-omeli. Dalam berinvestasi, satu jam saja harga sahamnya belum naik, orang Indonesia sudah marah-marah, kapan naiknya? Memang, orang Indonesia dalam bekerja kurang cekatan. Tetapi, apakah kita harus berlaku demikian?

Sabar menunggu, satu hal yang harus ditanamkan pada benak orang Indonesia. Menunggu, menunggu, dan menunggu.

Administrator

#AntaraHematdanNegeriku (Bagian 3)

Selamat sore Indoneisa

Sekarang ini saya tidak akan berpanjang lebar menulis, tulisan ini saya tulis bersamaan dengan pekerjaan yang lain. Salah satu cara untuk berhemat adalah dengan berlibur ke destinasi dalam negeri. Betul? Kalau ke luar negeri, kita harus sewa penginapan, membeli tiket pesawat, dan lain-lain yang harganya tidak seterjangkau di tanah air kita. Kita bisa menjelajah dan menyadari anugerah Tuhan yang begitu luar biasa dalam bentuk keindahan alam bumi Indonesia. Dan lebih lagi, kita hadir untuk memberikan perhatian lebih dan menyayangi saudara kita sesama ciptaan Tuhan.

Di akhir tulisan ini, saya berikan video dari YouTube. Selamat menikmati.

Administrator

#AntaraHematdanNegeriku (Bagian 2)

Selamat malam Indonesia…

Malam hari ini adalah malam yang cukup menyedihkan, karena besok kita akan bertemu hari Senin ya…

Masih dalam tema #AntaraHematdanNegeriku, hari ini saya bakal memberikan pemikiran saya terkait cara berhemat dengan mencintai unsur dalam negeri.

Kemarin saya memberikan tips terkait efisiensi di pengeluaran hiburan televisi, hari ini makanan!

Ya, di lingkungan saya dan mungkin kebanyakan orang kota metropolitan, mereka lebih senang dengan makanan dari luar negeri. Dengan konten yang lebih minim, kita harus mengeluarkan kocek lebih.

Salah? Tidak sih. Mulut kita harus diperkaya dengan pengetahuan akan selera, tetapi sesekali saja ya. Sisanya? Cintai makanan dalam negeri!

Misalnya, saya makan bibimbap (asal Korea) dan harus mengeluarkan Rp40 ribu untuk porsi yang untuk saya terbilang kecil. Bagaimana dengan konsumsi makanan Indonesia?

Ternyata, Rp40 ribu sudah cukup untuk satu porsi nasi uduk, satu potong ayam goreng, gado-gado (Jakarta). dan krecek (Yogyakarta). Hemat bukan?

Administrator


 

#AntaraHematdanNegeriku (Bagian 1)

Selamat malam lagi para pembacaku…

Kita kembali bertemu di bagian pertama kumpulan tulisan denfan tema #AntaraHematdanNegeriku, kesempatan kamu untuk berubah menjadi lebih hemat dan mencintai lebih lagi negara kita tercinta! Untuk apa? Untuk mencapai hidup yang lebih baik!

Di rumah pasang TV berlangganan? Untuk apa? Untuk menonton film Korea bukan?

Biaya berlangganan TV kabel tidaklah murah dan sebenarnya tidak perlu jika kita menonton tayangan TV nasional yang tersedia secara gratis.

Mulai tinggalkan TV kabel dengan program-program asingnya dan simak program-program Indonesia yang berkualitas! Tanpa bermaksud promosi, ini yang menarik dan ada di TV Indonesia!

  • Stand Up Academy Indosiar
  • The Remix Net TV “The New Sound of Indonesian Music”
  • Olimpiade Indonesia Cerdas RTV
  • Masterchef Indonesia RCTI
  • Tetangga Masa Gitu Net TV
  • Adit dan Sopo Jarwo MNC TV
  • Garuda Gemilang Indosiar
  • Keluarga Somat Indosiar
  • Kelas Internasional Net TV
  • Dan masih banyak lagi

Ragu dengan kualitas gambarnya (khususnya animasi kartun)? Atau mungkin efek suaranya? Atau malah membosankan?

Program TV Indonesia, tak kalah asyik, tak kalah bagus, tak kalah menarik, tak kalah mendidik, dan juga GRATIS untuk ditonton (cukup bayar listrik aja dan punya perangkat TV, tidak perlu langganan TV kabel lagi).

#AntaraHematdanNegeriku

Administrator

#AntaraHematdanNegeriku (Pengantar)

Selamat malam para pembacaku…

Saat ini USD memang sudah di bawah Rp14.000 per lembarnya dan IHSG sudah membaik kembali. Pemerintah NKRI juga sudah mengeluarkan empat jilid kebijakan ekonomi.

Namun apabila kita memperhatikan kenaikan UMP ke depan, kemungkinan dengan adanya formula yang sudah ditetapkan, kenaikan UMP akan lebih kecil. Sedangkan, tingkat kenaikan harga kebutuhan bertumbuh terus. Jika kita tidak bisa menyesuaikan diri, kita bisa saja nantinya berkontribusi menambah angka kemiskinan yang ada di Indonesia.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Mulailah berubah menjadi orang yang lebih hemat! Salah satu cara berhemat adalah mencintai produk-produk dalam negeri, betul?

Ajak keluargamu dan lingkunganmu untuk mencoba berhemat dengan mencintai produk dalam negeri! Selamat menikmati kumpulan posting #AntaraHematdanNegeriku.

NB : Tulisan ini dan sebelum-sebelumnya ditulis untuk diikutsertakan dalam kontes blogging menolakdiam.com dengan tema “Apa yang ingin kamu ubah dalam hidupmu dan lingkunganmu?”. Tulisan sebelumnya belum sempat baca? Cekidot!

Ikuti akun penulis di Instagram @cevan_321 dan Twitter di @official_cevan.