Makan Sehat!

Selamat makan siang Indonesia…

Hari ini kalian makan siang dengan menu apa? Kebetulan aku belum makan siang.

Nah, makanan kalian sudah tergolong makanan sehat belum? Dan bagaimana dengan komposisi gizi di dalamnya, sudah seimbang?

Bicara begini jadi ingat dulu waktu belajar 4 sehat 5 sempurna. Satu hal, makan sehat tidak berarti harus mahal dan mewah, yang penting seimbang!

Sesekali makan makanan cepat saji boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan dan diimbangi dengan makanan sehat di hari lainnya.

Sayangnya, saat ini dengan alasan sibuk makanan sehat seringkali terlupakan! Ayo dong, luangkan waktu untuk minum susu dan buah! Juga buat yang nggak suka sayur, sayur itu enak kok, jika kamu tahu bagaimana cara mengolahnya.

Sekali lagi, selamat menikmati makan siang.

Administrator

Semangat Membaca!

Selamat siang Indonesia..

Apa yang saya maksud di judul di atas? Semangat membaca? Rasanya semua orang pasti pernah membaca.

Maksud saya tidak hanya sampai di situ. Coba datang ke perpustakaan digital, duduk sedikit lama di sini. Anda akan melihat beberapa hal ini :

  • Kursi komputer selalu penuh.
  • Koran jarang disentuh.
  • Kalau ada pembaca yang lagi pegang buku, sebagian di antaranya adalah novel.

Pertanyaannya, yang di komputer itu lagi ngapain? Mereka sedang mencari referensi dan membaca berita daring.

Apakah perpustakaan itu kurang buku referensi? Tidak! Tetapi, pengunjung lebih senang mencarinya daring karena malas mencari buku sesuai kebutuhan mereka, dan ketika mencari daring mereka bisa langsung menyalinnya.

Mulai hari ini, saya ingin melihat lebih banyak lagi yang mau meluangkan waktu membaca koran dan buku. Bagaimanapun, informasi dari koran dan buku lebih bisa dipercaya, bukan?

Mari galakkan semangat membaca di antara kita. Viva Indonesia!

Administrator


 

Menolak Diam untuk Kemajuan Pertelevisian

Selamat siang Indonesia...

Saat ini Indonesia dan negara-negara lainnya sedang mengalami pelemahan mata uang mereka dibandingkan Dollar Amerika. Sepanjang tahun ini, Rupiah sudah melemah hampir Rp2.000 per Dollar Amerika, dengan puncak tertingginya ketika 1 USD dihargai hampir Rp15.000,-.

Lalu apa kaitannya dengan pertelevisian kita? Kini memang banyak siaran televisi yang mengedepankan keramahtamahan Indonesia, kebanggaan berbahasa dan berbudaya Indonesia, menguak pengetahuan yang selama ini belum digali di Indonesia, dan juga kuliner asli khas Indonesia. Tetapi, ini juga diikuti dengan bertambahnya program-program dengan ide dasar dari program serupa di luar negeri. Berarti, untuk program-program itu kita harus membayar lisensi dalam bentuk mata uang asing bukan? (Mohon dikoreksi kalau saya salah.)

Kenapa Indonesia tidak memproduksi program-program televisinya sepenuhnya oleh dan di negeri sendiri? Dengan begitu, kita mudah melakukan penyaringan terhadap nilai-nilai yang tidak dikehendaki untuk ikut tayang di televisi kita. Kita tidak perlu membayar biaya lisensi ke luar negeri dan Indonesia sukses menjadi negara yang maju serta kreatif di bidang pertelevisian. Oke, gimana caranya? Butuh kerja keras dan ide-ide cemerlang dari generasi muda kita.

Bagaimana? Setuju dengan saya? Saya tunggu jawabannya di kolom komentar yang tersedia di bawah tulisan ini. Terima kasih lho sebelumnya sudah mampir.

Administrator

Selamat Datang!

Selamat datang di blog ini,

Terima kasih atas waktu yang telah diluangkan untuk mampir di blog ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat dan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Salam hangat,

Administrator